Tampilkan postingan dengan label Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bayi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Februari 2019

Cara Semoga Balita Tidak Gampang Cengeng

Anak-anak mempunyai sifat yang bermacam-macam, tapi umumnya anak (terutama balita) seringkali menangis. Hal ini harus dipahami dengan baik oleh orang tuanya.

Anak seringkali menangis lantaran butuh perhatian, selain itu alasannya anak gampang menangis lantaran merasa tidak percaya diri.

 Hal ini harus dipahami dengan baik oleh orang tuanya Cara Agar Balita Tidak Praktis Cengeng
Photo credit: Flickr.com / Upsilon Andromedae

Sebagian balita dikala bertemu dengan orang yang gres dilihatnya akan menolak dan menangis. Itu lantaran dirinya merasa tidak kondusif atau tidak nyaman.

Supaya balita tidak cengeng, maka salah satu caranya yaitu membangun rasa percaya dirinya.

Ketika balita tidak bisa mengerjakan sesuatu sehingga menangis, maka kiprah orang renta yaitu memotivasi atau menunjukkan keyakinan yang berpengaruh pada balita bahwa dirinya bisa untuk menyelesaikannya.

Sehingga ketika kesulitan terhadap sesuatu maka balita akan berusaha mengatasinya, bukannya menangis.

Hal ini bukan berarti anak dihentikan menangis, yang namanya balita niscaya pada masa-masa tertentu akan menangis, yang perlu dilakukan orang renta yakni menanamkan jiwa pantang mengalah pada anak.

Ajarkan Anak

Seringkali balita menangis ketika ingin meminta sesuatu kepada orang tuanya. Maka ajarkan anak untuk berbicara ketika ingin meminta sesuatu, bukannya malah menangis.

Anak menangis itu wajar, apalagi kalau masih berumur di bawah 2 tahun. Dimana anak kesulitan menjelaskan keinginannya sehingga menangis.

Masalah anak cengeng ini perlu diatasi secara perlahan. Pola asuh yang kurang sempurna bisa menjadi penyebab anak tumbuh menjad sosok yang cengeng.

Memanjakan anak boleh tapi ada batasannya. Jangan hingga orang renta menuruti undangan anak yang kurang baik.

Orang renta harus memacu perkembangan kecerdasan emosional anak, kenalilah perilaku anak. Bantu anak semoga bisa mengenali dan mengelola perasaannya sendiri.

Ajarkan anak semoga sanggup mengomunikasikan perasaannya dengan baik.


Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional yakni kemampuan untuk memahami perasaan diri sendiri dan orang lain. Hal ini sangat penting semoga anak gampang bergaul dengan orang lain.

Bahkan banyak para hebat menjelaskan bahwa kemampuan kecerdasan emosional sebagai hal terpenting, yang merupakan penentu terbesar kebahagiaan dalam hidup.

Oleh lantaran itu, sangat penting para orang renta untuk menyebarkan kecerdasan emosional anak-anaknya semenjak masa balita.

Untuk melatih kecerdasan emosional anak, maka orang renta harus menyediakan waktu berkualitas (quality time) untuk anak.

Anak jangan dicuekin, lakukan-lah komunikasi intens orang renta pada anak. Pekalah terhadap emosi anak dan berikan respon (tanggapan).

Ketika anak sedang emosi, maka bisa menunjukkan tanggapaan, contohnya: “Wah adik/kakak lagi murka banget ya...”.

Ajarkan balita untuk untuk mengetahui nama dari aneka macam macam ekspresi. “Adik kelihatan lagi marah/senang/sedih/dsb”.

 Tanyakan perihal perasaan anak, misalnya “Kakak/adik kenapa sedih? “

“Bagaimana perasaan abang kalau itu terjadi sama kakak?“, dsb.

Sebagai orang renta tentunya harus terlebih dahulu mengetahui bentuk mulut anak. Contohnya dikala anak terlihat selalu mengepalkan tangan, maka sepertinya anak sedang marah. Sehingga orang renta perlu segera menenangkan anak. Orang renta harus peka terhadap perasaan anak.

Latihlah anak secara perlahan untuk menjadi pendengar yang baik. Latih anak juga untuk bersikap tenang. Tentunya dalam melatih anak harus bersabar lantaran prosesnya panjang.

Anak-anak dengan kecerdasan emosional tinggi bisa mengungkapkan keinginannya dengan baik, koperatif, berjiwa optimis, ramah, bisa memecahkan masalahnya, tidak cengeng dan gampang diarahkan.

Ajarkan Anak Sosialisasi

Anak cengeng lantaran dirinya tidak percaya diri dikala bermain bersama teman-temannya. Menangisnya anak sebagai tanda “minta tolong” pada problem yang dihadapinya.

Oleh lantaran itu sangat penting mengajarkan anak untuk bisa bersosialisasi dengan temant-temannya. Perhatikan apakah ada masalah-masalah yang dihadapi anak dikala bergaul.

Disinilah pentingnya komunikasi intens orang renta pada anaknya. Jika anak sudah terbiasa berkomunikasi dengan orang tuanya, maka dirinya akan bisa lebih gampang bergaul.

Berikan Kegiatan pada Anak

Tips lainnya untuk mengatasi duduk kasus cengeng pada anak yaitu dengan menunjukkan kegiatan atau hobi pada anak. Sehingga talenta anak bisa tereksplor semenjak dini, dan anak menjadi percaya diri dengan kemampuannya (bakatnya).

Anda bisa menunjukkan kegiatan yang disukai anak, ibarat menggambar, olahraga, dll. Usahakan kegiatan yang diberikan pada anak, selain menyenangkan anak juga berkhasiat untuk dirinya.

Jangan Memarahi Anak

Terkadang para orangtua kesal dan memarahi anaknya yang cengeng. Hindari hal ini lantaran bisa saja anak mengira bahwa orangtuanya tidak mencintai dirinya.

Selain itu memarahi akan menciptakan anak semakin parah cengengnya. Oleh lantaran itu, ketika anak mengangis maka jangan bereaksi berlebihan, orang renta tetap bersikap tenang.

Banyak belum dewasa yang menyebabkan menangis sebagai senjata ampuh untuk mencari perhatian orang tuanya.

Berikan respon yang biasa saja dikala anak menangis, lebih baik bersikap hening (cenderung cuek) dikala anak menangis.

Sehingga anak nantinya tidak lagi menyebabkan tangisan sebagai senjata andalannya. Hal ini juga akan mengajarkan anak bahwa cara mendapat perhatian orangtuanya yaitu dengan bicara baik-baik.

Lalu berikan kebanggaan dikala anak tidak menciptakan keributan.

Kamis, 21 Februari 2019

Ibu Jangan Main Smarpthone Ketika Menyusui, Ini Bahayanya!

Bagi para ibu-bu, hendaknya tidak menyusui sambil memainkan smartphone alasannya ialah berdampak jelek bagi perkembangan buah hatinya.

Hasil penelitian telah membuktikan ancaman perihal hal ini, dimana menyusui sambil memakai ponsel/smartphone berdampak jelek bagi kesehatan bayi dan perkembangannya dalam jangka panjang.

 hendaknya tidak menyusui sambil memainkan smartphone alasannya ialah berdampak jelek bagi perkemba Ibu Jangan Main Smarpthone Saat Menyusui, Ini Bahayanya!
Bayi Imut | Photo credit: Ralphlauren.com

Hendaknya yang dilakukan ketika menyusui bayi yaitu melaksanakan kontak mata dengan si bayi, hal ini akan menjalin ikatan emosional dengan si bayi.

Kebiasaan penggunaan smartphone (atau gadget secara umum) ketika menyusui bayi, selain berdampak jelek pada kesehatn bayi, juga dapat berdampak negatif pada kekerabatan Ibu dengan bayinya tersebut.

Bayi akan sering menatap Ibunya untuk mendapat respon, selain itu bagi akan sering mengeluarkan bunyi dan senyuman biar sang bunda merespon.

Nah, jikalau tatapan, bunyi dan senyuman si bayi tidak mendapat respon dari Ibunya, maka dampaknya bayi akan merasa cemas, hal ini berdampak jelek untuk kejiwaannya sampai bakir balig cukup akal nanti.

Dampak jelek lainnya memakai gadget ketika menyusui yaitu sang Ibu kesulitan mengetahui bayi sudah kenyang atau masih lapar, sehingga terjadi kesalahan porsi ketika menyusui.

Pancaran radiasi elektromagnetik dari gadget/smarpthone yang dipakai sang Ibu dapat mengakibatkan ancaman serius bagi si bayi, termasuk gangguan tumbuh kembang bayi.

Sebagai nasehat untuk para Ibu, hendaknya Anda sibuk untuk mengurusi anak Anda, bukan malah sibuk mengurusi status facebook.

Sering-sering lah menatap anak Anda, bukan malah menatap status facebook (sosmed).